Not in a relationship and desperate (even today is val's day?.... don't give a damn!!!)

Beberapa waktu menjelang hari kasih sayang, aku seolah dihantui oleh rasa kesepian yang begitu dalam, walaupun tidak sampai dalam kesunyian tahap depresi. Yang seolah menghantui alam bawah sadarku bahwasannya suatu keharusan dihari tersebut kita dapat memiliki pasangan. Otak sadarku berusaha berfikir secara rasional, betapa aku belum membutuhkan ciuman kasih sayang saat ini, ataupun pelukan dari kekasih hati. Yang kubutuhkan saat ini adalah spirit yang datang dari diriku sendiri, yang akhir-akhir ini seolah meredup.

Aku tengah berlabuh pada ketidak jelasan tujuan hidup saat ini, dan alam bawah sadarku selalu berfikir tentang seorang kekasih disampingku, dua sisi yang bertolak belakang yang mengharuskanku berkompromi terhadap diriku sendiri. Bahwasannya bukan keadaan ini yang aku ingini. Aku tengah dilanda krisis eksistensi pada kehidupan spiritual bagi hubungan vertikalku dengan-Nya. Bahkan aku juga tengah dilanda keredupan rasa bahagia yang selalu membakarku penuh semangat dikala gelap mencekam menghampiriku, namun saat ini aku seolah kehabisan daya…. Untuk sekedar bertahan dan tetap berdiri. Aku merasa lemah, aku merasa diriku tidak ubahnya bagi seorang pecundang sejati, meratapi ini semua dengan segala kelemahannya.

Aku tenggelam dalam kesunyian, terasa sesak ketika kulihat semua bersemangat penuh gelora, bagi para sosok disekitarku, aku merasa iri dan ingin merampasnya untuk diriku yang dilanda krisis eksistensi bagi semangatku.

God let me free from all this feeling, let me stay in peaceful place where there are so many stars above, and…. Let the little cupid stay in my side, keep me save with love and grace… I wish it like always….

Dini hari ini aku merasa sepi… sendiri dalam kejujuran…

Apa yang salah? Mengapa perasaan ini kerap muncul? Terlebih begitu dasyat ketika menjelang hari kasih sayang ini, aku berfikir tanpa henti, atas kesalahan yang terjadi, dalam diam otak inipun selalu berfikir…

God, please help me… I need the answer, now…!

Aku berkaca malam ini, kuperhatikan setiap lekuk didiriku. Aku berbicara pada diriku sendiri… sekedar berkontemplasi, hal yang menyadarkanku betapa aku menyia-nyiakan diriku dengan kondisi fisik yang nyata ada dihadapanku, aku mengecewakanmu (aku), aku menyia-nyiakanmu (aku), aku bersikap egois padamu (aku), aku membiarkan kau selalu bersedih (aku), aku membuatmu menjadi seperti ini (aku), ternyata akulah penyebabnya…. Aku yang aku saat aku bercermin melihat sosok aku di hadapanku.

Today is valentine’s day… I celebrate this day, I dedicated my love to my valuable self, let’s celebrate your love start from your self, coz the truly love comes from inside your heart. Forget kisses from someone that you can’t count on… just give a gift to your self and thinking how precious you are…

Jadi aku tau alasan mengapa aku merasa seperti ini. Bukan karena aku belum memiliki pasangan untuk hari kasih sayang ini, ataupun semangatku yang selalu tidak beraturan yang terfluktuatif beriringan dengan moodku… pada dasarnya aku belum membutuhkan ciuman ketidak jujuran, ataupun pelukan kasih sayang dari seseorang jika itu hanyalah kebohongan, dan hanya untuk mendapatkan suatu validitas.

Hal terpenting dari hal diatas adalah ketika kita dapat memahami apa yang terjadi pada diri kita, dan memaafkan secara ikhlas diri kita atas kesalahan yang terjadi, yang sebenarnya adalah ulah kita sendiri…

sosok terkasih bukan pada seseorang yang memberikan kartu ucapan dengan kata-kata indah yang membuai otak kita, dan bukan pada sosok yang mengecup kita penuh nafsu dan menggiring hingga ke ranjang.

Sosok terkasih adalah sosok bagi diri kita sendiri, dan bagi sosok lain yang sabar menuntun kita dan menerima kita apa adanya, tanpa adanya maksud yang sifatnya tendensius. Berilah cintamu kepada sosok itu.

Aku harus mencintai diriku, karena cinta yang sesungguhnya adalah mencintai diri kita sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dan selama kita merasa hidup, tetaplah percaya bahwa seseorang yang tepat akan datang menghampiri kita diwaktu yang tepat, cintai dirimu dan tunggu kejutan selanjutnya….

Being single is not a crime pals… so, be happy, and keep positive! ;)

Terima kasih kau telah membuatku begini...

aku berterima kasih padamu... untukmu yang membuatku bahagia... untukmu yang membuatku bersedih hati... untukmu yang membuatku tercampakkan... untukmu yang tlah menyakitiku...aku belajar darimu... kini kuucapkan terima kasih padamu.

Ini bukan untuk menyakitimu, bukan balas dendamku, tidak harus menjadi “PR” mu, dan bukan untuk melecehkanmu. Kau tak perlu berpikir berat…kau hanya tinggal menikmati…

Terima kasih (ikhlasku berterima kasih) karena menyakitiku

Ini bermula dari semua kesakitanku, keterpurukkanku dan posisi lemahku pada saat…(suka atau tidak yang sebentar akan kaubaca adalah kenyataannya), kau menyakitiku

Setelah semua pintu otak, hati, dan inderaku terpaksa dan memang dipaksa utk dibuka…aku mendewasakan diriku secara paksa, karena memang tidak ada pilihan yang tersedia.

Jutaan detik berlalu kujalani tanpa pilihan. Sampai akhirnya, berjalan menuju …entah apa namanya…mungkin keikhlasan atau pendewasaan.

Aku berbeda!..aku menjadi orang yang bahagia dengan pemikiran berbeda. Dan untuk itulah aku bersyukur….dan skrg tiba waktunya utk kulafalkan terima kasihku…
Terima kasih utk menyakitiku
Terima kasih utk mencintaiku
Terima kasih utk tetap atau tidak lagi menyayangiku
Terima kasih utk semua caramu ( caramu menghiburku)
Terima kasih utk kata yang sudah/ belum / tidak sempat terucap
Terima kasih utk semua lagu yang sudah dinyanyikan ( rangkaian nada nya sudah mengakar)
Terima kasih utk tetap atau tidak lagi memimpikanku
Terima kasih utk semua tawa sekaligus amarahmu ( ini pernah mewarnai hariku, terima kasih…)
Terima kasih utk semua airmata
Terima kasih utk pernah tak berkata-kata
Terima kasih utk semua pelukan ( kau tau aku paling suka dipeluk)
Dan..terima kasih pernah bersedia berdiri disampingku ( sangat-sangat berterima kasih)

Karena kumengerti semua yang pernah / masih kaulakukan apapun, dimanapun dan kapanpun …membutuhkan usaha, dan untuk asemua usaha itu kuberterima kasih.
Mungkin memaafkan masih merupakan kata yang sulit utk kuucapkan, dan untuk itu kumohon maaf. Maka aku memilih kata yang lebih mudah….Terima kasih

Mungkin belum sempat terucap langsung dari mulutku..tapi kau mendidikku (dgn cara tertentu)

Sekali lagi..

Terima kasih utk menyakitiku
PS: mungkin aneh, tapi setidaknya kau pernah sangat mencintai orang aneh ini 
Hutangku….LUNAS!

(Terima kasih untuk tulisan indah ini)