KM 57 and Bandung i'am in Love

Tulisan ini menceritakan beberapa waktu silam, ketika aku berkunjung ke kota bandung. aku seolah bersemangat untuk mengunjungi kota ini, karena akan selalu ada cerita diperjalanan tersebut. apalagi kunjungan ini kali kedua aku habiskan bersama rekan-rekan kantorku tentunya dengan pasukan yang lebih banyak lagi... ya, agenda kunjungan kami kali ini adalah "again" menghadiri pernikahan teman dekat kami dikantor... Rendy Sofhandani yang menikahi kekasih hatinya Tuti Sri Maryati. jadilah kunjungan kami terlaksana dengan fasilitas penginapan yang dijanjikan, terima kasih Rendy...

Seperti biasa selalu ada yang telat di tiap keberangkatan, ada yang masih sibuk acara diluar dan berbagai alasan yang menyebabkan keberangkatan kami menjadi mulur, dan selalu seperti itu. Tapi hal tersebut bukan masalah besar, karena semua sudah dibicarakan sebelumnya. selain itu, dua mobil operasional dari kantorku sebagai mobil operesional kami, cukup memudahkan keberangkatan ini, ya... semua seolah berjalan lancar. dan keberangkatan kami pun dimulai ketika pukul 10 malam pada akhirnya, ketika semua pasukan lengkap sudah. Mari mulai perjalanan ini dengan doa bersama, mari aktifkan yahoo messenger (YM) kalian, tulis status (di YM) "Bandung i'll come".



Dan perjalanan ini pun dimulai…..
ternyata tidak selancar dugaanku... di KM 37 kamipun terjebak kemacetan yang cukup panjang dan sangat menyita waktu, ada penyempitan ruas jalan yang mengakibatkan terjadi kemacetan yang begitu panjang, hampir tiga jam mungkin kami mengalami stuck dan mati gaya. Dan setelah lepas dari kemacetan itu kamipun memutuskan untuk kembali ke peristirahatan di KM 57, tempat yang menurutku bagian bersejarah perjalanan bandungku ini. Tempat ini mengingatkanku dengan kalian teman-teman kantorku. Aku seolah mengingat tempat ini seperti tempat kami, walaupun kami hanya mampir untuk membasuh muka dikarenakan kelelahan, dan istirahat sejenak. Dan kemudian melanjutan perjalanan ini. Dan keajaiban yang terjadi setelah itu, perjalanan begitu lancar, dan tibalah kami di rumah yang disiapkan si mpunya acara di bilangan buah batu. Rumah kecil tapi panjang dan sangat unik sekali kami suka tempat ini. Sampailah kami di pukul 03:30 subuh….(panjang sekali perjalanan ini)




The wedding
Aku suka sekali mengenakan batik, hari ini kami semua mengenakan batik (para lelaki), dan langsung meluncur ke tempat yang kami tuju, pernikahan sahabat kami Rendy. Selamat menempuh hidup baru semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah, amin.





Ijabkabulpun berjalan lancar, dan resepsipun dimulai, mari kita menghilang mencari makanan kegemaran kita masing-masing, dan kembali berkumpul ketika kenyang… tapi jangan lupa abadikan moment ini dengan sang mempelai. Sebagai bukti bahwa kami hadir untukmu Rendy. Walaupun dari sini kami harus terpecah menjadi dua kloter, kloter pertama adalah mereka yang balik ke Jakarta lebih awal, dimana dikloter ini menampung para sosok anak baik-baik. dan kloter kedua adalah yang tersisa para lelaki kesepian yang mencari kesenangan dikota bandung, dan aku masuk didalam kloter kedua, hidup memang indah hehehehe (sorry guys bukan berarti kalian tidak baik-baik, tapi kalian the best ternyata, love you dah pokoknya, bukankah genk jutek kita kukuhkan dikloter dua ini?)





Time for vacation

Tak disangka atasanku hadir juga setelah melewati kemacetan perjalanan Jakarta-Bandung tersebut, alhasil setelah menghadiri acara resepsi ini aku coba mengajak rombongan yang tersisa untuk sekedar berkeliling menikmati kota Bandung, dan menuju ke tempat favouritku Roemah Kopi, maaf nih sedikit jauh kalo ditempuh dari daerah buah batu. Mudah-mudahan kalian menyukai tempat ini. Dan terima kasih buat mba Abeth yang sudah mentraktir kami hehehe…



Dan kembali kami berpisah… mba Olive beserta keluarga melanjutkan perjalan balik ke Jakarta, sedang Pak Alfian dan mba Abeth mempunyai acara sendiri di kota ini, dan kita tidak boleh mengganggu heee…

Tinggalah kami ber-5 (Aku, Mahdi, Yoyo, Falconi, dan Hanni), mari kita berkelana, mari seru-seruan, mari bikin gambar yang bagus. Kita abadikan moment liburan kita ini, walaupun hanya kami berlima, sepertinya tidak mengurangi keceriaan liburan ini.

berikut adalah segala hal aktivitas liburan genk jutek pada akhirnya yang terekam dalam bentuk gambar, enjoy...





kawah putih... akhirnyaaaaa......





I love Bandung... itu sebabnya ketika aku ke kota ini, status yahoo messegerku selalu bertuliskan "Bandung i'am in Love", karena selalu ada kesan di kota ini, dan selalu dengan orang-orang yang tepat tentunya...

thanks Rendy atas undangannya... thanks guys buat acara jalan-jalannya, thanks buat Mba Olive dan Mas Akel atas usahanya mencarikan kendaraan buat kami, Thanks buat Pak alvian dan mba Abeth dah nraktir kami di roemah kopi, thanks buat teman-teman semua, perjalanan ini benar-benar berkesan dan menyenangkan.

Not in a relationship and desperate (even today is val's day?.... don't give a damn!!!)

Beberapa waktu menjelang hari kasih sayang, aku seolah dihantui oleh rasa kesepian yang begitu dalam, walaupun tidak sampai dalam kesunyian tahap depresi. Yang seolah menghantui alam bawah sadarku bahwasannya suatu keharusan dihari tersebut kita dapat memiliki pasangan. Otak sadarku berusaha berfikir secara rasional, betapa aku belum membutuhkan ciuman kasih sayang saat ini, ataupun pelukan dari kekasih hati. Yang kubutuhkan saat ini adalah spirit yang datang dari diriku sendiri, yang akhir-akhir ini seolah meredup.

Aku tengah berlabuh pada ketidak jelasan tujuan hidup saat ini, dan alam bawah sadarku selalu berfikir tentang seorang kekasih disampingku, dua sisi yang bertolak belakang yang mengharuskanku berkompromi terhadap diriku sendiri. Bahwasannya bukan keadaan ini yang aku ingini. Aku tengah dilanda krisis eksistensi pada kehidupan spiritual bagi hubungan vertikalku dengan-Nya. Bahkan aku juga tengah dilanda keredupan rasa bahagia yang selalu membakarku penuh semangat dikala gelap mencekam menghampiriku, namun saat ini aku seolah kehabisan daya…. Untuk sekedar bertahan dan tetap berdiri. Aku merasa lemah, aku merasa diriku tidak ubahnya bagi seorang pecundang sejati, meratapi ini semua dengan segala kelemahannya.

Aku tenggelam dalam kesunyian, terasa sesak ketika kulihat semua bersemangat penuh gelora, bagi para sosok disekitarku, aku merasa iri dan ingin merampasnya untuk diriku yang dilanda krisis eksistensi bagi semangatku.

God let me free from all this feeling, let me stay in peaceful place where there are so many stars above, and…. Let the little cupid stay in my side, keep me save with love and grace… I wish it like always….

Dini hari ini aku merasa sepi… sendiri dalam kejujuran…

Apa yang salah? Mengapa perasaan ini kerap muncul? Terlebih begitu dasyat ketika menjelang hari kasih sayang ini, aku berfikir tanpa henti, atas kesalahan yang terjadi, dalam diam otak inipun selalu berfikir…

God, please help me… I need the answer, now…!

Aku berkaca malam ini, kuperhatikan setiap lekuk didiriku. Aku berbicara pada diriku sendiri… sekedar berkontemplasi, hal yang menyadarkanku betapa aku menyia-nyiakan diriku dengan kondisi fisik yang nyata ada dihadapanku, aku mengecewakanmu (aku), aku menyia-nyiakanmu (aku), aku bersikap egois padamu (aku), aku membiarkan kau selalu bersedih (aku), aku membuatmu menjadi seperti ini (aku), ternyata akulah penyebabnya…. Aku yang aku saat aku bercermin melihat sosok aku di hadapanku.

Today is valentine’s day… I celebrate this day, I dedicated my love to my valuable self, let’s celebrate your love start from your self, coz the truly love comes from inside your heart. Forget kisses from someone that you can’t count on… just give a gift to your self and thinking how precious you are…

Jadi aku tau alasan mengapa aku merasa seperti ini. Bukan karena aku belum memiliki pasangan untuk hari kasih sayang ini, ataupun semangatku yang selalu tidak beraturan yang terfluktuatif beriringan dengan moodku… pada dasarnya aku belum membutuhkan ciuman ketidak jujuran, ataupun pelukan kasih sayang dari seseorang jika itu hanyalah kebohongan, dan hanya untuk mendapatkan suatu validitas.

Hal terpenting dari hal diatas adalah ketika kita dapat memahami apa yang terjadi pada diri kita, dan memaafkan secara ikhlas diri kita atas kesalahan yang terjadi, yang sebenarnya adalah ulah kita sendiri…

sosok terkasih bukan pada seseorang yang memberikan kartu ucapan dengan kata-kata indah yang membuai otak kita, dan bukan pada sosok yang mengecup kita penuh nafsu dan menggiring hingga ke ranjang.

Sosok terkasih adalah sosok bagi diri kita sendiri, dan bagi sosok lain yang sabar menuntun kita dan menerima kita apa adanya, tanpa adanya maksud yang sifatnya tendensius. Berilah cintamu kepada sosok itu.

Aku harus mencintai diriku, karena cinta yang sesungguhnya adalah mencintai diri kita sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dan selama kita merasa hidup, tetaplah percaya bahwa seseorang yang tepat akan datang menghampiri kita diwaktu yang tepat, cintai dirimu dan tunggu kejutan selanjutnya….

Being single is not a crime pals… so, be happy, and keep positive! ;)