Berkali-kali aku baca tulisan ini, sangat indah dalam penuturannya... begitu jernih dan apa adanya, aku dibuat mabuk kepayan dengan tulisan sepupuku ini... Terima kasih kepada Una Amanda kau memainkan emosiku tanpa henti...
Tiga tahun yang lalu, aku pernah merasakan saat-saat dimana hidupku terasa begitu lancar, usaha berbuah hasil yang baik, rencana-rencanaku tercapai (meskipun dengan susah payah juga siih), dan doaku dikabulkan… Pada saat-saat itu, aku pikir kehadirannya adalah sebagai jawaban dari doa-doaku…Semua terasa "tepat pada waktunya" dan aku merasa semua yang ada di dirinya jauuh dari apa yang pernah aku pikirkan sebelumnya (in a good sense tentunya…dia berhasil menggiringku pada hal-hal yang belum pernah bisa aku bahas dengan siapa pun juga…dia berhasil meyakinkan diriku bahwa dia tepat untukku)
Aku terlalu polos saat itu, tidak terlintas sedikit pun curiga terhadap kata-kata yang menurutku begitu sakralnya "Insya Allah aku Mau menjadi Imam untuk kamu nantinya"…tidak terpikir sama sekali bahwa kata-kata itu pernah diucapkan pada beberapa orang dalam waktu yang berdekatan (nyaris bersamaan dan dengan rencana-rencana yang serupa). Hahaha…iya rencana tentang tahun 2007, rencana yang dicetuskannya karena angka kesukaanku adalah angka 9 (2+0+0+7=9), rencana tentang "the dream team" pada perayaannya nanti, rencana tentang waktu yang terbaik disaat kamu sudah selesai S2 dan mulai bekerja–dan aku mungkin sedang mencari-cari beasiswa untuk melanjutkan S2 aku…(miris rasanya mengingat percakapan-cakapan itu, saat itu aku hanya tersenyum dan tertawa mendengarkanmu, tapi sungguh semua meresap dalam hati dan masih sulit untuk dicabut dari hati ini) Tapi, aku tidak bisa menyalahkanmu..kamu hanya menjalankan peranmu…kebetulan peranmu adalah untuk mengajarkan intensitas rasa sakiit dan rasa sayaang yang belum pernah aku alami sebelumnya (congratulation you did it so WELL). Percakapan-percakapan itu nggak bisa sepenuhnya aku bilang gombal…aku percaya akan sorot matamu saat itu…aku merasakannya bahwa pada suatu masa, kamu pernah mencintaiku sepenuh hati…(Ingatkah kamu akan nenek berbaju biru yang tiba-tiba menghampiri kita di kapal? Ingat nggak ya kamu sama apa yang nenek itu katakan
"It’s so nice to see a couple so much in love like you two"? Lalu, kita melongo dan ketawa kebingungan karena nenek itu bertanya "have you just met each other? Or have you just got married?")
*Jadi pengen ketawa miris lagi* Ternyata mungkin ada benarnya ya "Saat jatuh cinta, cewek jadi mudah inget detil-detil peristiwa, sementara cowok malah jadi mudah lupa akan hal-hal kecil itu"—>Mungkin ini salah satu faktor yang bikin cowok "seolah-olah" lebih mudah untuk moving on (I’m not trying to make a generalization, it’s just an assumption without significant validation..hehe NOT YET)
Setelah semua berakhir, aku mati rasaa…beberapa lama aku tidak bisa merasakan sakit, hanya otakku berkata "ini menyakitkan"…tidak ada rasa sakit…hanya sesak ingin menangis saja…badanku tidak bisa mengindrakan apa-apa…hanya ingin berbaring tapi tidak bisa tertidur…
Lalu kubuka email account kita…diary kisah kita itu…kubaca semua dari awal…dan aku tertegun pada salah satu diskusi tentang calon nama anak-anak kita (ok…it was so silly….but it was so romantic..). Kita memang menggila…sampai2 menyiapkan 4 nama…dan kita memang menginginkan keempatnya pada waktu itu bukan?
ass.wr.wb.
cuma ada beberapa kata yang mau aku ucapin saat ini "terima kasih ya, Allah.. telah memberikanku seseorang yang sangat baik, pengertian dan sayang padaku.." aku sayang kamu, una amanda priharani.. terima kasih atas perhatian dan kebaikan yang kamu berikan padaku, rasa sayangmu padaku telah menghangatkan hatiku ini..terima kasih atas diskusi tentang nama anak2 kita (insyaAllah..) :Ismail satya Prabowo,Kinanti Alya Putri,Kinanti Adinda Ranidia,Satryo Kresna Pramudya..
Aku sayang kamu..
wss.wr.wb.
Ya sudahlah…nggak apa-apa…I just need a better closure for myself. So, here it is, the email for my unborn children….merekalah penyelamat hidupku pada tanggal 8 Maret 2004…
Ass.Wr.Wb.
Yang dinanti dan tersayang....ismail, alya, adinda, dan pram... mama berada diujung dellodyssey saat ini....mencoba berbelok dan mencari jalan alternatif untuk tumbuh menjadi wanita yang lebih kuat...saat ini, mama sadar betapa belum dewasanya mama, betapa belum siapnya untuk menjalani tantangan kehidupan....sehingga mungkin akan berbahaya bagi kebahagiaan kalian nantinya...Mungkin kalian hanya akan terlahir dalam dunia ide papa dan mama....tapi mama ingin kalian tahu, betapa berartinya ide tentang kemungkinan keberadaan kalian di dunia....dan betapa mama telah menumbuhkan cinta untuk kalian semua...seperti halnya sayangnya mama tehadap papa kalian...Papa dan mama sungguh sempat saling menyayangi, maafkan mamamu ini...yang telah menjadi sosok yang kurang bisa membahagiakan papa kalian...Banyak hikmah dan pilihan yang terbentang di masa depan....mama akan merelakan papa kalian untuk bisa meraih mimpinya...karena papa dan mama masih sangatlah muda...masih banyak yang harus dipersiapkan untuk bisa menjadi orang tua yang mapan dan baik bagi perkembangan anak2nya...Mama saat ini masih menggenggam kepercayaan dan rasa sayang yang besar untuk kalian dan papamu...mama nggak tahu, ini adalah wujud keegoisan mama atau karena Tuhan punya rencana lain di masa yang akan datang....sehingga rasa sayang ini masih tetap dititipkan dalam hati mama....Mama tidak akan lagi mengganggu waktu papa kalian...karena saat ini adalah masa2 penting buat mama dan papa untuk bisa meraih pendidikan dan ilmu yang sebaik-baiknya...Ngomong2 mungkin mama harus mengilangkan ucapan2 maaf yang selalu keluar dengan mudahnya dari mulut mama....lebih baik mama menyusun langkah yang lebih baik daripada hanya mengucapkan penyesalan saja...Mama akan berusaha menjadi wanita yang lebih berhati2 dalam berucap...karena kata2 bisa mendatangkan anugrah dan bencana....Insyaallah....jika mama dan papa memang berjodoh....mungkin kita dapat berkumpul bersama pada suatu masa...., tapi jika tidak...kalian akan mempunyai saudara2 yang lucu2 dari istri papamu atau dari suami mama nantinya....
(sesungguhnya hanya Allah yang Maha mengetahui anak2ku sayang...)
mama tidak menyesal bertemu papamu....dia itu sosok yang dewasa danbisa membuat mama mulai mau nonton berita politik (hehe), mulai berani mengemukakan pendapat,dan mempunyai kepercayaan untuk meneruskan prog. honours yang akan mama jalani setahun ini....Papamu orang yang kuat dan sangat rasional...sementara mama sangat emotional dan sedikit lemah..., mungkin jika Allah mengijinkan akan dapat saling menyeimbangkan nantinya...tapi, mama harus lebih menata diri dulu...untuk bisa lebih rational menjalani hari2 yang sibuk ini...Sudah dulu ya....mama ingin kalian tahu...bahwa dellodyssey bukanlah jalan buntu...walaupun mama dan papa berada pada jalan yang berbeda saat ini...mama ingin tetap membuka hati untuk dapat bisa berdiri bersama lagi di jalan yang sama...suatu saat, jika mama dan papa sudah lebih siap...dan jika memang Tuhan telah merencanakannya...jika tidak...mama ingin bisa tetap tersenyum dan melambaikan tangan dari ujung jalan yang berbeda....saling mendoakan agar baik papa dan mama bisa memperoleh kebahagiaan yang barokah..(amin...)
Tidur yang nyenyak ya anak2ku...seperti kata papa...tidak ada yang bisa menebak masa depan...mama akan menjalani saja sebaik mungkin apa yang bisa mama upayakan untuk perkembangan diri mama....Sun Sayang mama untuk kalian semua...
tertegunku dibuatnya, Terima kasih Una :)
0 komentar:
Poskan Komentar